Cara Menanak Nasi agar Pulen dan Tidak Cepat Basi
Nasi pulen bukan hanya soal merek beras. Perbandingan air, waktu merendam, dan cara mendinginkan setelah matang memberi pengaruh besar. Beras lokal dan beras impor punya kebutuhan air berbeda, jadi takaran tetap sebaiknya disesuaikan setelah percobaan pertama.
Porsi: 4 porsi · Waktu memasak: 45 menit
Bahan-bahan
- 2 cangkir beras
- 2,2 cangkir air untuk beras lokal, atau 2 cangkir untuk beras japonica
- 1/2 sendok teh garam
- 1 lembar daun pandan atau 2 lembar daun jeruk, opsional
- 1 sendok teh minyak sayur, opsional
Cara membuat
- Cuci beras dua sampai tiga kali, jangan digosok keras agar lapisan luar tidak hilang seluruhnya.
- Rendam beras 20 menit. Langkah ini membuat butir menyerap air merata sebelum dimasak.
- Tiriskan, masukkan ke rice cooker bersama air, garam, dan daun pandan.
- Tambahkan minyak satu sendok teh agar butir tidak saling menempel.
- Masak sampai matang, lalu diamkan 10 menit dengan tutup tertutup sebelum dibuka.
- Aduk perlahan dengan sendok kayu, dan simpan sisa nasi di wadah tertutup setelah suhu turun.
Tips agar hasilnya maksimal
- Jangan membuka tutup rice cooker saat masih dalam mode memasak, uapnya hilang dan nasi jadi keras.
- Nasi cepat basi kalau disimpan hangat dalam wadah tertutup. Dinginkan dulu sampai suhu ruang.
- Beras baru panen menyerap lebih sedikit air. Kurangi air 2 sendok makan dari takaran biasa.
Resep Cara Menanak Nasi agar Pulen dan Tidak Cepat Basi ini bisa langsung dipraktikkan dengan bahan yang biasa dijual di pasar atau minimarket terdekat. Sesuaikan takaran garam dan cabai dengan selera rumah masing-masing.
Foto: Sakurai Midori, Public domain, via Wikimedia Commons.





